Bahas Isu Strategis, KPU Kabupaten Kediri ikuti Rakor Evaluasi Pemilihan di Masa Pandemi

Bahas Isu Strategis, KPU Kabupaten Kediri ikuti Rakor Evaluasi Pemilihan di Masa Pandemi
Rapat Evaluasi Divisi Teknis di Banyuwangi (8-10/3/2021)

Banyuwangi, kpu-kedirikab.go.id.  - Bertempat di Jl. K.H.Agus Salim No.18a, Kebalenan, Mojopanggung, kantor KPU Kabupaten Banyuwangi, diadakan Rapat Koordinasi Evaluasi Pemilihan Serentak Tahun 2021 yang diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Timur, penyelenggaraan pemilihan serentak tahun 2020 yang dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19 ini menjumpai berbagai dinamika. Khususnya penyelenggaraan Pemilihan Serentak pada Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Timur dalam rangkaian acara, dimana seluruh KPU Kabupaten/Kota menyampaikan berbagai hal yang tertangkap dalam kacamata penyelenggara Pemilihan guna menjadi evaluasi lebih baik pada Pemilihan mendatang.

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 08 - 10 Maret 2021 tersebut, dihadiri Komisioner KPU bidang teknis Anwar Ansori dan Sub Koordinator Teknis dan Hupmas Bintang Fajar kegiatan tersebuti dibuka oleh Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas) Gogot Cahyo Baskoro, beliau memberikan apresiasi kepada penyelenggara Pemilihan di tingkat Kabupaten/ Kota.

"Dalam melaksanakan Pemilihan Serentak Tahun 2020, kita menemui banyak hambatan namun dapat teratasi semua meskipun berbagai hal tidak terduga dijumpai. Saya sangat mengapresiasi kawan-kawan penyelenggara di KPU Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan rangkaian Pemilihan Serentak Tahun 2020 dengan baik" tutur Gogot.

Terdapat beberapa poin yang menjadi konsentrasi dalam rapat evaluasi tahapan Pemilihan Serentak diantaranya:

Pertama belum jelasnya tentang kepastian Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan, disebabkan semakin masifnya penularan Covid-19. Selanjutnya ada pro dan kontra berbagai pihak mengenai penyelenggaraan Pemilihan ditengah pandemi. Kemudian adanya keterlambatan regulasi dikarenakan berbagai hal yang terkait mengenai tata cara baru atau new normal pada saat pandemi, yang tidak ditemukan pada Pemilihan sebelumnya, ditambah lagi banyak pihak yang menuding terkait pelaksanaan tahapan akan menimbulkan cluster baru, sehingga menjadi suatu alasan bagi para pemilih untuk golput yang akan berimbas pada tingkat partisipasi pemilih karena muncul kekhawatiran adanya penularan saat di TPS yang pada akhirnya Legitimasi kepala daerah yang terpilih akan menjadi kurang.

Dari serangkaian poin-poin diatas yang menjadi pembahasan bersama oleh para penyelenggara pemilihan di Kabupaten/Kota dapat disimpulkan dapat terlewati dengan baik dimana secara keseluruhan Jawa Timur memperoleh tingkat kehadiran sebanyak 71,13 persen Pemilih yang hadir menggunakan hak pilihnya di TPS pada saat 9 Desember 2020 lalu, sedangkan tingkat kehadiran di Kabupaten Kediri mencapai 65 persen pada saat Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020, dimana terjadi peningkatan dibandingkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2015. (bin/pnj)