Berbagi Teknik Komunikasi Penyampaian Informasi, Presenter Cantik Ini Tampil di Workshop KPU

Berbagi Teknik Komunikasi Penyampaian Informasi, Presenter Cantik Ini Tampil di Workshop KPU
KPU Kab.Kediri - Putri Ayuningtyas, Presenter TV Menjadi Pemateri dalam Workshop KPU RI

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Rekornas PPID KPU dan Workshop Kehumasan dengan tema Teknik Komunikasi dan Penyampaian Informasi Kelembagaan dan Kepemiluan. Forum yang dilaksanakan secara virtual ini rencananya dilaksanakan selama 3 hari dengan jadwal pelaksanaan pada tanggal 27-29 Oktober 2021.Di hari yang sama (Kamis,28/10/2021) dengan tema berbeda pada pukul 11.15 WIB ini menghadirkan narasumber dari Public Speaker/ Jurnalis/ TV Anchor Putri Ayuningtyas. 

Putri menjelaskan gambaran teknis mengenai bagaimana komunikasi yang efektif  dan tepat sasaran “Mengapa tema ini perlu saya sampaikan karena ini merupakan rangkaian kegiatan KPU menjelang Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 serta saya rasa komunikasi yang efektif tersebut sangat diperlukan.” jelas Putri

Agar komunikasi tidak menimbulkan suatu asumsi yang berlebihan dengan lawan bicara maka sangat penting bagi KPU untuk lebih mengedepankan fakta dan data dalam berkomunikasi. Menurut Putri, komunikasi merupakan hal yang simple karena hanya berupa 3 unsur, yakni pengirim, pesan dan penerima. Tapi, yang membuat komunikasi rumit ialah asumsi terhadap pembicara. Oleh karena itu semua bisa diatasi bila mengedepankan fakta dan data.

Tips mencegah misskomunikasi yang disampaikan Putri, mengungkapkan bahwa pembicara harus benar-benar memahami tentang 2 bentuk komunikasi, yakni komunikasi verbal dan komuniksi non verbal. Verbal merupakan kata-kata yang disampaikan secara langsung atau face to face maupun lewat telefon, media masa, dan medsos. Namun ketika berkomunikasi sering terjadi hal-hal non verbal yang cenderung mendominasi daripada verbal. “Komunikasi non verbal terdiri dari eye contact, gesture, tone of voice, dll dapat kita ketahui apakah pembicara itu marah, tertawa, bhkan fokus atau tidaknya saat komuniksi dengan lawan bicaranya” tegasnya. Putri juga menjelaskan secara rinci komunikasi non verbal karena bagi KPU, komunikasi menjadi pusat perhatian daat bicara di hadapan publik daripada komuniksi verbalitu sendiri.

Terakhir Putri memberi saran, dalam komunikasi harus bijak dalam setiap kata dengan cara mengenali betul siapa lawan bicaranya, menggunakan tutur bahasa yang sopan, menghindari istilah-istilah rumit, dan memperkaya diksi. (NA - BINT)