Kelas Teknis V, KPU Kediri Ikuti Diskusi Penghitungan Suara

Kelas Teknis V, KPU Kediri Ikuti Diskusi Penghitungan Suara
Kelas Teknis V, Diskusi Penghitungan Suara. Selasa (3/8)

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri kembali mengikuti Kelas Teknis Menyongsong 2024 dengan tema “Penghitungan Suara” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Kelas yang dilaksanakan secara daring tersebut dimoderatori Subkoordinator Teknis, Boby yang disambung dengan penyampaian materi oleh Anggota KPU Kota Malang Deny Bachtiar dan Anggota KPU Kabupaten Malang Nurhasin.  Selasa (03/08/2021) Pukul 10.00 -12.30 WIB.

Kelas Teknis V diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur dengan Divisi Teknis Penyelenggaraan, Anwar Ansori dan Sub Koordinator Teknis dan Hupmas, Bintang Fajar sebagai delegasi dari KPU Kabupaten Kediri.

Pembahasan dalam kelas teknis seperti biasa terbagi menjadi 2 sesi. Sesi I dengan Narasumber Anggota KPU Kota Malang Deny Bachtiar dengan judul materi pengisian form model C. Sedangkan pada Sesi II diisi dengan narasumber Anggota KPU Kabupaten Malang Nurhasin, dengan materi penggunaan teknologi sirekap pada tahapan penghitungan suara.

Pada sesi pertama, Deny Bachtiar menyampaikan permasalahan yang umum terjadi terkait kesalahan pengisian form C antara lain : kesalahan pemahaman mengisi dari KPPS, Banyaknya Salinan form yang harus diisi, kendala teknis seperti keterlambatan maupun kekurangan form C waktu pemungutan suara berlangsung, dan kelelahan dari KPPS juga merupakan faktor dalam kesalahan pengisian. “Empat hal ini yang harus diperhitungan oleh penyelenggara saat pemungutan suara,” jelas Deny.

Lanjut Deny, solusi yang harus dilakukan sehingga mengurangi kesalahan dan beban KPPS dalam pengisian form C yaitu (1) Penyederhanaan penyalinan model C1 diperlukan kebijakan khusus untuk memudahkan penyalinan form model C1. misalnya memakai alat bantu yang disediakan di TPS atau penyediaan alat tulis khusus. (2) Bimtek & simulasi khusus isi form materi pengisian form model c biasanya menjadi bagian dari bimtek pungut hitung. (3) Perbaikan form pendukung format form A disusun untuk memudahkan pengisian form C.

Sementara itu, Nurhasin dalam materinya membahas penggunaan teknologi SIREKAP pada tahapan penghitungan suara. Dimana beliau menceritakan Kendala- kendala Penggunaan SIREKAP Mobile terjadi pada Pilbup Malang Tahun 2020 salah satunya yaitu : (1) Jaringan internet tidak memadai atau tidak terdapat jaringan internet, (2) Keterbatasan perangkat HP yang dimiliki petugas TPS, (3) Keterbatasan SDM petugas TPS sebagai operator SIREKAP Mobile, (4) Proses aktivasi SIREKAP Mobile yang rumit, (5) Saksi kurang paham tentang Salinan C Hasil dalam bentuk digital. “ kelima hal ini telah ditindaklanjuti saat PILBUP berlangsung, tapi harapannya akan ada penyempurnaan SIREKAP saat kita menggelar Pemilu dan Pemilihan pada 2024 yang akan datang” papar Nurhasin.

Nurhasin menambahkan peluang dan tantangan SIREKAP pada tahun 2024 sangat lah banyak, salah satu tantangan ini terkait dengan literasi politik penyelenggara dimana Penyelenggara harus memahami bagaimana teknologi bekerja dengan baik, sehingga mampu membedakan mana masalah teknis atau kesalahan yang disengaja. (pnj)