Kelas Teknis XVII, KPU Kediri Ikuti Diskusi Pendokumentasian Hasil Pemilu

Kelas Teknis XVII, KPU Kediri Ikuti Diskusi Pendokumentasian Hasil Pemilu

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri kembali mengikuti Kelas Teknis Menyongsong 2024 dengan tema “Rekapitulasi Penghitungan Suara” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Kelas yang dilaksanakan secara virtual tersebut dimoderatori Subkoordinator Teknis, Andik Indarto yang disambung dengan penyampaian materi oleh Anggota KPU Kabupaten Magetan, Istikah dan Anggota KPU Kota Kediri, Nia Sari.  Kamis (16/09/2021) Pukul 10.00 -12.30 WIB.

Kelas Teknis VI diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur dengan Divisi Teknis Penyelenggaraan, Anwar Ansori dan Sub Koordinator Teknis dan Hupmas, Bintang Fajar sebagai delegasi dari KPU Kabupaten Kediri.

Pembahasan dalam kelas teknis terbagi menjadi 2 sesi. Sesi I dengan Narasumber Anggota KPU Kabupaten  Magetan, Istikah dengan judul materi Urgensi Digitalisasi Dokumen Pemilu. Sedangkan pada Sesi II diisi dengan narasumber Anggota KPU  Kota Kediri, Nia Sari dengan materi Statistika Penyajian dan Pengolahan Data Hasil Pemilu.

Pada sesi pertama, Istikah menjelaskan mengapa dokumen kepemiluan harus didigitalisasi. Menurutnya, penyelenggaraan Pemilu perlu dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan salah satu bentuk pertanggungjawaban tersebut adalah menyediakan informasi bagi kepentingan masyarakat, untuk itu perlu dilakukan pendataan dan pendokumentasian penyelenggaraan Pemilu. “Penyimpanan dokumentasi dengan cara lama yakni disimpan di suatu tempat dinilai terlalu ketinggalan jaman dan butuh tenaga dan waktu yang ekstra untuk mengelolanya,” ucap Istikah.

Lanjutnya, Maka demi mendapatkan efisiensi dan optimalisasi tempat penyimpanan maka diperlukannya pendigitalisasian dokumen sehingga kerusakan dan keusangan dokumen dapat diminimalisir, hal ini sangat dibutuhkan KPU mengingat dokumentasi Pemilu sangat banyak dan sifatnya dinamis

Sementara itu pemateri kedua Nia Sari menjelaskan metode penyajian dan pengolahan data secara sederhana dan menggunakan software serta pemanfaatan SIG hasil Pemilu dan Pemilihan. “SIG sendiri adalah suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan SDM yang bekerja bersama untuk memasukkan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis,” kata Nia.

Nia menambahkan dalam mendokumentasikan hasil-hasil pemilu penggunaan SIG harapannya dapat dimaksimalkan karena dengan komponen-komponen yang ada hasil dengan SIG dapat memudahkan masyarakat dalam membaca  hasil - hasil yang disajikan. (pnj)