Knowledge Sharing 3, KPU Kediri Ikuti Diskusi Penerimaan Berkas Dokumen Pendaftaran Badan Adhoc

Knowledge Sharing 3, KPU Kediri Ikuti Diskusi Penerimaan Berkas Dokumen Pendaftaran Badan Adhoc

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Program Knowledge Sharing dengan tema “Penerimaan Berkas Dokumen Pendaftaran Pembentukan Badan Adhoc untuk Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Program yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan pemateri Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Bondowoso, Sunfi Fahlawati dan dibahas oleh Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Lamongan, Khoirul Anam. Rabu (15/09/2021) Pukul 10.00 -12.30 WIB.

Program Knowledge Sharing diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur dengan Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM, Nanang Qosim dan Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik (KUL), Imam Basuki sebagai delegasi dari KPU Kabupaten Kediri.

Sunfi Fahlawati atau yang akrab dipanggil Fifi, menjelaskan badan Ad Hoc ini terdiri dari PPS, PPK, KPPS, dan PPDP. “Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan Pemilu/ Pemilihan di tingkat kecamatan atau nama lain. Panitia Pemungutan Suara (PPS) adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/ Kota untuk melaksanakan Pemilu di tingkat kelurahan/desa atau nama lain. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) adalah kelompok yang dibentuk oleh PPS untuk melaksanakan pemungutan suara di TPS. Panitia Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) adalah petugas Rukun Tetangga/ Rukun Warga atau nama lainnya membantu PPS dalam Pemutakhiran Data Pemilih,” jelas Fifi.

Senada dengan Fifi, Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Lamongan, Khoirul Anam menyampaikan tahapan penerimaan berkas dokumen pendaftaran pembentukan badan Ad Hoc.

“Tahapan penerimaan berkas dokumen pendaftaran pembentukan badan Ad Hoc terdiri dari :  a) menerima dan memverifikasi berkas pendaftaran yang diterima oleh petugas dan memastikan bahwa berkas sudah sesuai dengan ketentuan/  keabsahan berkas sudah sesuai, misalnya foto copy ijasah, ket kesehatan dll., b) memastikan jumlah lampiran berkas pendaftaran sudah sesuai dengan ketentuan, c) menyiapkan ceklist berkas dokumen pendaftaran, serta d) mengimput data pendaftar berdasarkan wilayah kerja pendaftar berdasarkan posisi yang dipilih pendaftar,” kata Anam.

Di penghujung acara, ditutup dengan pengarahan oleh Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani. "Pendaftaran badan adhoc perlu adanya persiapan yang matang baik dari segi teknologi maupun SDM nya sehingga segala sesuatunya tidak menjadi hambatan kedepannya, mengingat tahapan demi tahapan akan saling berhimpitan dalam pelaksanaannya," tutur Rochani.