Knowledge Sharing 7, KPU Kediri Ikuti Diskusi Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Badan Adhoc

Knowledge Sharing 7, KPU Kediri Ikuti Diskusi Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Badan Adhoc

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Program Knowledge Sharing dengan tema “Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Badan Adhoc untuk Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Program yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan pemateri Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Pasuruan, Suyatmin dan dibahas oleh Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Banyuwangi, Dian Purnawan. Rabu (29/09/2021) Pukul 09.00 -11.00 WIB.

Program Knowledge Sharing diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur dengan Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM, Nanang Qosim dan Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik (KUL), Imam Basuki sebagai delegasi dari KPU Kabupaten Kediri.

Pemateri pertama, Suyatmin menyampaikan pentingnya pengaturan mekanisme bekerja seperti halnya SOP, sehingga kita punya patokan yang sangat detail dalam pembentukan badan adhoc. Terkait hal-hal atau kendala yang bisa menyebabkan hambatan dalam proses pembentukan badan adhoc.“Kita harus bisa mengantisipasi masalah-masalah dengan berbagai cara dan kreatifitas kita dalam menyelesaikannya,” ujar Suyatmin.

Suyatmin menambahkan beberapa potensi masalah yang sering terjadi antara lain yaitu salah penulisan nama dan jenis kelamin peserta dalam pengumuman, sulit mendeteksi periodesasi karena tidak adanya data sebelumnya, dan sulit mengakses SIPOL untuk mengetahui peserta sebagai pengurus parpol.

Sementara itu, Dian Purnawan selaku pembahas, menjelaskan Pengumuman Tahapan secara Global, diantara pembahasannya yaitu perlunya menyediakan contact person yang siap melayani dan menjawab pertanyaan terhadap semua tahapan dalam pembentukan badan adhoc, tarik ulur arus pengumuman harus disesuaikan dengan jadwal, dan perlunya koordinasi dengan semua pihak yang terkait didalamnya.”Contact Person ini menjadi penting karena menjadi tujuan dalam mengakomodir pertanyaan yang terkait proses seleksi,” ucap Dian.

Di akhir sesi, ditutup dengan pengarahan oleh Divisi Litbang dan SDM KPU Jatim, Rochani menegaskan pengumuman hasil seleksi harus disampaikan secara terbuka untuk menghindari anggapan manipulasi. “Sebisa mungkin pengumuman hasil seleksi harus termuat secara umum di web instansi, karena dari sana calon badan adhoc dapat dengan mudah mendapatkan informasi,” tutup Rochani. (pnj)