Knowledge Sharing KPU Seri12, Pentingnya Orientasi Tugas Badan Adhoc Untuk Pemilu dan Pemilihan 2024

Knowledge Sharing KPU Seri12, Pentingnya Orientasi Tugas Badan Adhoc Untuk Pemilu dan Pemilihan 2024

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Program Knowledge Sharing dengan tema "Orientasi Tugas Badan Adhoc Untuk Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024" yang diadakan KPU Provinsi Jatim pada Jum'at (21/10/2021) secara daring dengan menghadirkan Narasumber Taufiq Rizkon, S.Ag ( Divisi Sosdiklih Parmas - SDM, KPU Kabupaten Sampang ) dan Rangga Bisma A, S.Sosio (Divisi Sosdiklih Parmas - SDM, KPU Kota Blitar) serta bertindak sebagai Moderator yakni Mudhar, S.Sos.,M.Si ( Kasubbag KUL KPU Kabupaten Sampang).

Kegiatan ini diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota se-Jawa timur termasuk didalamnya KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim ( Divisi Sosdiklih Parmas - SDM) dan Imam Basuki (Kasubag KUL). Pada sesi pertama membahas tentang Orientasi tugas Badan Adhoc, tugas wewenang dan kewajiban badan adhoc disampaikan oleh Taufiq Rizkon, Komisioner Sosdiklih Parmas KPU Kabupaten Sampang.

Taufik mengatakan bahwa dalam menjalankan tugasnya PPK dibantu oleh sekretariat PPK guna mengelola sesuai tahapan yang berjalan. "PPK dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh Sekretariat PPK yang telah dibentuk sesuai dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan" kata Taufiq. Pada sesi selanjutnya dibahas mengungkapkan bahwa PPK yang telah dibentuk harus memahami tugas yang sesuai dengan mekanisme internal dan struktur yang dibentuk, disampaikan oleh Rangga Bisma (Komisioner Sosdiklih - Parmas KPU Kota Blitar). Rangga menyampaikan terkait metode pembelajaran yang diberikan adalah metode kepercayaan yang mana kedepannya akan memberikan umpan balik mengenai komitmen terhadap orientasi tugas yang akan dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Komisioner Divisi SDM dan Litbang KPU Provinsi Jawa Timur, Rochani dalam sesi pamungkas, memberikan saran bahwa kegiatan orientasi merupakan hal penting dilakukan agar Badan Adhoc dapat memahami apa saja tugas, wewenang serta kewajibannya.

"Secara teknis kita harus memahami sistem kinerja karena dari awal sistem kita adalah kerja nyata bukan hanya berpangku tangan" tegas Rochani. Oleh karena itu materi yang disampaikan dalam bimbungan teknis dan orientasi harus mampu mengendalikan Badan Adhoc, tujuannya agar mampu memberikan pengenalan dan pemahaman terkait tugas dan wewenang sebagai penyelenggara", tutup Rochani

(NA-BINT)