KPU Akan Kaji Perubahan Teknis Pemungutan Suara, Jika Pilkada 2020 Digelar Saat Pandemi Covid-19

KPU Akan Kaji Perubahan Teknis Pemungutan Suara, Jika Pilkada 2020 Digelar Saat Pandemi Covid-19

Reporter : Linda Estri Liyanawati

Kediri, kpu-kedirikab.go.id – Mengantisipasi kemungkinan jika Pemiihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 digelar saat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membuka opsi perubahan teknis penyelenggaraan Pilkada 2020. Hal tersebut disampaikan Ketua KPU RI Arief Budiman, Selasa (14/04/2020) kemarin.

“Perubahan teknis penyelenggaraan Pilkada akan berdampak pada perubahan PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum, red),” ujar Arief Budiman, Ketua KPU RI dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR melalui konferensi video, Selasa (14/04/2020).

Arief menjelaskan, guna menyesuaikan dengan protokol pencegahan Covid-19, saat ini, KPU tengah mengkaji pemungutan suara Pilkada 2020 dilakukan melalui pos, seperti yang pernah dilaksanakan dalam Pemilu 2019 untuk pemilih di luar negeri.

“Perlu melakukan pemungutan dan penghitungan suara dalam kajian kita, apakah perlu melakukan pemungutan dan penghitungan suara sebagaimana yang kita lakukan di pemilu luar negeri untuk pemilu nasional, misalnya memilih boleh menggunakan pos,” ujarnya.

Selain itu, Arief juga mengatakan, skenario pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga akan menyediakan hand sanitizer dan disinfektan. Bahkan, KPU tengah mengkaji perluasan area TPS dan mengurangi jumlah pemilih dalam satu TPS, meski wacana tersebut akan memakan biaya yang cukup besar.

“Memperluas area TPS. Jadi, area TPS yang semula berukuran 10×11 (meter) atau 8×13 (meter) ini nanti akan kita lakukan perluasan. Yang perlu menjadi konsen kita, jumlah pemilih di TPS kententuan bisa 800, kita akan mengurangi jumlah pemilih di TPS, tetapi ini tentu akan berkonsuensi dengan makin bertambah biaya,” pungkasnya. (hupmas/ lyn)