KPU Jatim : Permohonan PHP 3 Kabupaten/ Kota di Jatim Ditolak MK

KPU Jatim : Permohonan PHP 3 Kabupaten/ Kota di Jatim Ditolak MK
Foto : Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Jawa Timur (Jatim), Muhammad Arbayanto .

Reporter : Linda Estri Liyanawati

Kediri, kpu-kedirikab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Muhammad Arbayanto mengungkapkan bahwa Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) terhadap tiga (3) KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur, resmi ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). 

Dilansir dari kpujatim.go.id, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Jawa Timur (Jatim), Muhammad Arbayanto menyampaikan bahwa KPU telah mendapat kepastian bahwa permohonan PHP terhadap tiga KPU Kabupaten/ Kota, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Lamongan ditolak oleh MK. 

“Syukur alhamdulillah, hari ini Kita mendapatkan kepastian bahwa permohonan PHP terhadap tiga KPU Kabupaten/ Kota ini ditolak oleh MK. Dari awal KPU sudah berusaha secara profesional, terbuka, melayani dan tepat prosedur dalam melaksanakan rangkaian tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2020. Dan hasilnya alhamdulillah dapat terlihat dari tiga permohonan PHP yang diajukan ke MK, semuanya ditolak,” terang Muhammad Arbayanto, Rabu (17/02/2021).

Arba, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa KPU tidak bekerja sendirian. Ada partner pengawasan dari Bawaslu yang juga tidak kenal lelah dalam mengingatkan dan turut mengawal kinerja KPU sejak dari bawah. Sehingga, Putusan MK ini tidak terlalu mengejutkan bagi KPU dan Bawaslu yang sudah merasa apa yang dikerjakannya benar dan tepat.

“Keberhasilan dalam penyelenggaraan Pemilihan Serentak Tahun 2020 ini, tentu atas peran semua pihak,” tuturnya.

Ia menuturkan, KPU juga mengapresiasi terhadap seluruh komponen, terutama seluruh peserta yang selalu mengedepankan prinsip kepastian hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan dan dinamika politik pada tahapan Pemilihan. 

“Demikian pula dalam sengketa PHP ini yang menunjukkan iktikad baik dari para pihak, yang menyelesaikan ketidakpuasan proses dengan cara yang positif, yakni dengan melalui jalur hukum. Ini pendidikan politik yang baik bagi rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemilihan ini yang menang adalah rakyat, terkhusus bagi pihak Pemohon. 

“Kami yakin niatan utama untuk maju mencalonkan diri pada dasarnya adalah untuk memberikan kontribusi kesejahteraan bagi rakyat. Begitu luas ruang bagi negara untuk memberikan kesempatan mensejahterakan rakyat selain dengan menjadi Kepala Daerah. Karena itu Kami menyampaikan apresiasi luar biasa bagi Pemohon yang begitu luar biasa kontribusinya dalam membangun demokrasi Kita. Bagi pihak Terkait tentu Kami ucapkan selamat, semoga amanah rakyat untuk memimpin daerah dapat dijaga dengan baik,” tambahnya. (hupmas/ lyn)