KPU Kabupaten Kediri Gelar Rakor Penyusunan Kegiatan Simulasi Pungtung Suara di Tingkat badan Adhoc

KPU Kabupaten Kediri Gelar Rakor Penyusunan Kegiatan Simulasi Pungtung Suara di Tingkat badan Adhoc

Reporter : Linda Estri Liyanawati

Kediri,  kpu-kedirikab.go.id – Menuju Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (PILBUP) Kediri Tahun 2020 yang tinggal 30 hari lagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri merapatkan anggota adhoc Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Senin (09/11/2020).

Sekira pukul 13.00 WIB, bertempat di Media Center KPU Kabupaten Kediri dilaksanakan rapat koordinasi (rakor) Divisi Teknis Penyelenggaraan guna mempersiapkan Penyusunan Kegiatan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan (Pungtung) Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (PILBUP) Kediri Tahun 2020.

Acara dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Kediri yang diwakili Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan, Agus Hariono. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa rakor penyusunan kegiatan simulasi pungtung suara di tingkat badan adhoc tersebut penting diselenggarakan mengingat ada banyak ketentuan baru dalam Pemilihan 2020.

“Kami sangat berharap rekan-rekan adhoc memahami proses sirekap dari awal hingga akhir, sehingga dapat meyakinkan semua pihak dan memudahkan penyelenggara saat rekapitulasi pungtung,” ujar Agus Hariono.

Agus menuturkan, pihaknya optimis agar sirekap ini benar-benar bisa dilaksanakan.

“Tugas PPK harus memastikan PPS dan KPPS benar-benar memahami aplikasi pungtung, pembuatan C hasil (sebelumnya C1) dengan tepat dan benar,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan, Anwar Ansori selaku yang membidangi tahapan menjelaskan bahwa kaitannya dengan penyusunan kegiatan tersebut, bimbingan teknis (bimtek) akan dilakukan secara bergiliran, KPU memberi bimtek PPK, PPK membimtek Panitia Pemungutan Suara (PPS),  PPS membimtek Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Dengan sirekap, kita harap tidak ada kesalahan dalam mengaplikasikan data yang dibutuhkan,” jelasnya.

Anwar menerangkan bahwa output dari sirekap tidak hanya untuk alat hitung cepat tetapi sebagai dasar dalam penetapan hasil pemilihan. Aplikasi tersebut juga membutuhkan ketelitian.

“Oleh karenanya kita harus cermat, karena kita mempertanggungjawabkan hasil pemilihan,” tandasnya.

Rakor penyusunan tersebut juga disiarkan melalui zoom meeting dan diikuti oleh anggota PPK di kecamatan masing-masing. (hupmas/ lyn)