Pastikan Informasi PILBUP Sampai ke Seluruh Lapisan Masyarakat, KPU Kabupaten Kediri Sosialisasi di Kecamatan Grogol

Pastikan Informasi PILBUP Sampai ke Seluruh Lapisan Masyarakat, KPU Kabupaten Kediri Sosialisasi di Kecamatan Grogol
Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas, Nanang Qosim saat sosialisasi di Kecamatan Grogol, Jum'at (30/10/2020).

Reporter : Linda Estri Liyanawati

Kediri, kpu-kedirikab.go.id – Memastikan informasi tentang akan datangnya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (PILBUP) Kediri Tahun 2020 sampai ke seluruh lapisan masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar sosialisasi bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Grogol, Jum’at (30/10/2020).

Sekira pukul 14.00 WIB, sosialisasi digelar dengan mengundang peserta terdiri dari unsur Kepala Desa/ perwakilan, tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga) di Kecamatan Grogol. Hadir juga dalam sosialisasi tersebut Muspika Kecamatan Grogol, perwakilan Polsek, Koramil dan Camat.

Sosialisasi dibuka oleh Plt. Camat Grogol Zainal Mustofa. Dalam sambutannya ia mengucapkan selamat datang kepada KPU Kabupaten Kediri dan peserta sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri.

“Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri ini penting agar masyarakat mengetahui tata cara menggunakan hak pilihnya dalam pelaksanaan pemilihan kepala dearah serentak Tahun 2020,” ujar Zainal Mustofa.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas, Nanang Qosim menjelaskan perubahan regulasi dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020, Jadwal dan Tahapan Pemilihan hingga Hoax-hoax yang menyasar KPU dalam PILBUP 2020.

“Jangan mudah percaya dengan hoax KPU mendukung paslon, penetapan pasangan calon tunggal ini sudah melalui proses Tahapan Pencalonan yang panjang,” ujar Nanang Qosim.

Terkait Hoax KPU mengkampanyekan pasangan calon, Nanang dengan tegas menjelaskan bahwa kampanye adalah fasilitas yang wajib diberikan KPU kepada paslon (pasangan calon) untuk menyampaikan visi misi kepada masyarakat.

“Kampanye bagi paslon itu diatur di dalam Undang-undang dan PKPU. Sedangkan Kolom Kosong bukanlah paslon, kolom kosong adalah pilihan lain yang bisa diambil oleh masyarakat sebab calon tunggal. Disini kewajiban KPU juga menyampaikan ke masyarakat melalui APS (Alat peraga Sosialisasi) bukan APK (Alat Peraga Kampanye),” tegasnya.

Nanang juga menyampaikan ke masyarakat agar tidak percaya Hoax Pemilihan Jadi Kluster Covid-19. Dalam menyelenggarakan Pemilihan, seluruh tahapan KPU menggunakan Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Pengendalian Covid 19.

“Di TPS disterilisasi dengan penyemprotan desinfektan, penyediaan tempat cuci tangan dengan sabun dan handsanitazer-Pemilih dicek suhu tubuh, jika terdapat pemilih dengan suhu tubuh di atas 37,3 maka akan diarahkan menggunakan bilik khusus. Pemilih juga wajib bermasker, diberikan sarung tangan plastik, tinta tetes. Petugas TPS juga menggunakan APD,” jelasnya.

Nanang berpesan kepada masyarakat yang hadir untuk turut serta berpartisipasi menyukseskan PILBUP 2020 meskipun digelar pada saat pandemi.

“Meskipun pandemi, masyarakat tetap diminta datang ke TPS. Dengan menerapkan protokol kesehatan, ayo Memilih dari hati, biasakan apa yang keluar dari diri kita bersumber dari hati,”

Di akhir sosialisasi, ia mengajak seluruh masyarakat yang hadir sebagai perwakilan masyarakat yang lebih luas untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat calon pemilih di lingkungannya. (hupmas/ lyn)