Penyeragaman Demi Keamanan , KPU Kediri Ikuti Sosialisasi Penataan Website

Penyeragaman Demi Keamanan , KPU Kediri Ikuti Sosialisasi Penataan Website
Sosialisasi Penataan Website . Jum’at (20/08)

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Tepat pukul 09.00 WIB Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti sosialisasi lanjutan penataan website KPU seluruh Indonesia yang diadakan oleh KPU-RI. Acara yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan narasumber Anggota KPU RI, Viryan didampingi Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Sumariyandono. Tujuan hal ini diadakan adalah guna penyeragaman dan meningkatkan keamanan website. Jum’at (20/08/2021)

Ketua KPU-RI Ilham Saputra menekankan posisi website sangat penting sebagai sarana komunikasi KPU dengan masyarakat. Dari sana masyarakat juga dapat melihat kerja-kerja yang dilakukan oleh KPU. "Pastikan seluruh informasi masuk ke dalam website kita termasuk dalam masa tahapan sekarang atau non tahapan karena orang-orang bertanya ‘apa yang dilakukan KPU jika tidak ada tahapan?', nah ini tentu kita harus menyampaikan, memberikan informasi kepada masyarakat," ucap Ilham.

Sementara itu Anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi berharap dengan migrasi website, nantinya mampu meningkatkan keamanan, jika seluruh website seluruh satker KPU terpusat pada pangkalan data KPU-RI, peretasan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat dicegah “Maka dari itu penguatan keamanan dalam pengelolaan website ini sangat dibutuhkan,” kata Dewa.  

Dilain sisi, Anggota KPU RI Arief Budiman juga berharap dengan migrasi website jajaran KPU provinsi dan KPU kab/kota bersemangat dalam mengeksplorasi segala macam pemberitaan terkait kepemiluan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan bisa memacu inovasi yang dilakukan masing-masing daerah sehingga menjadi lebih cepat dan menginspirasi,” ucap Arief.

Terakhir Anggota KPU RI, Viryan dalam paparannya mengungkapkan kondisi umum yang terjadi pada website satker, sehingga mengharuskan satker KPU se-Indonesia wajib melakukan migrasi website. “ Hal yang terjadi adalah pertama satker tidak memiliki website sendiri/ website berada di hosting luar KPU, kedua satker memiliki website lama yang berada di hosting KPU, dan terakhir satker sudah menggunakan template website KPU namun masih versi lama,” papar Viryan.

Dengan kondisi website yang tidak beraturan seperti sekarang, tentu tidak baik bagi KPU sebagai lembaga publik, terlebih website merupakan tempat menyampaikan informasi kepada masyarakat, maka dari itu sebagai bentuk tanggung jawab KPU berupaya menyeragamkan website seluruh satker sehingga pengelolaannya betul - betul terkontrol dari pusat. (pnj)