Pesatnya Perkembangan Teknologi, Dorong KPU Wujudkan Digitalisasi Pemilu

Pesatnya Perkembangan Teknologi, Dorong KPU Wujudkan Digitalisasi Pemilu

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Rabu (22/09/2021) Melalui Kanal Youtube KPU-RI. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti webinar dengan tema Digitalisasi Pemilu Seri 1 yang berjudul Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Menyongsong Pemilu dan Pemilihan di Era New Normal.

Kegiatan webinar ini dimoderatori Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) KPU RI, Sumariyandonno. serta menghadirkan Pakar IT, Marsudi Wahyu dan Pemantik Diskusi Anggota KPU RI, Viryan Aziz.

Ketua KPU RI, Ilham Saputra dalam sambutannya menyampaikan pentingnya digitalisasi pemilu sebagai sebuah keniscayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Untuk itu, Ilham menyampaikan pentingnya kajian-kajian dilakukan oleh penyelenggara sebagai bentuk persiapan penerapan dan pengembangan teknologi pada Pemilu dan Pemilihan 2024.

"Kita sudah melakukan beberapa digitalisasi pemilu, beberapa sistem informasi sudah kita terapkan misalnya saja sistem pencalonan (SILON), sistem informasi daftar pemilih (SIDALIH), sistem rekapitulasi (SIREKAP), dan lainnya itu semua kita sudah lakukan, kemudian mana yang menjadi kebutuhan kita itu harus kita identifikasi," jelas Ilham.

Ilham menambahkan KPU tengah menggencarkan digitalisasi tahapan pemilu, digitalisasi berbagai tahapan pemilu diharapkan mengurangi kerumitan Pemilu Serentak 2024 dengan lima jenis pemilihan dalam satu hari dan dengan demikian meringankan kerja penyelenggara pemilu. Digitalisasi juga ditujukan untuk meningkatkan pelayanan pemilihan, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan tahapan pemilu, serta mendorong partisipasi publik lebih luas.

Sementara itu, Anggota KPU RI, Viryan menceritakan secara singkat sejarah penggunaan internet dan teknologi di KPU. Viryan mengungkapkan KPU pertama kali menggunakan internet pada tahun 1987 dengan penggunaan komputer berkapasitas memory 16 MB. Kemudian tahun 1997 dari KPU RI ke PPD menggunakan jaringan Telkom. Seiring  reformasi teknologi yang digunakan semakin berkembang. "Saat ini, ada dua tuntutan digitalisasi kepada penyelenggara pemilu yakni infrastruktur yang baik serta integrasi antar sistem informasi," ungkap Viryan.

Memasuki pemaparan materi Pakar IT, Marsudi Wahyu menyampaikan sejumlah ide dan gagasan penerapan teknologi guna memudahkan pelaksanaan pesta demokrasi, mulai dari penggunaan Artificial Intelligence (AI), blockchain, data analytics, internet of things, open API, advance security, sampai penggunaan biometric.

"Dengan teknologi biometric dapat mengenali apakah dia ini pemilih yang sebenarnya, misalnya di TPS dipasang kamera, apakah kameranya mahal, tidak kok, kamera sekarang murah, kalau tidak pakai kamera delicated pakai kamera handphone saja atau laptop. Sehingga jika teknologi ini dimanfaatkan pemilih senyum saja dimeja pencoblosan sudah dapat langsung terdeteksi, itu contoh paling mudah," terangnya. (pnj)